Hush…Jangan Suka Ngegosip
Kenapa ada aja orang yang kurang kerjaan yang bisanya cuma ngegosip dan akhirnya jadi fitnah dan provokator. Yang paling menyebalkan setelah dia memfitnah, perilakunya biasa-biasa aja kayak ga merasa berdosa. Masih pura-pura bertanya seperti layaknya teman dekat, ternyata pertanyaanya hanya ingin tahu dan menyelidiki apa yang telah dia fitnah.
Bukannya sebelum dia berprasangka, bisa dia coba tanyakan kebenarannya dulu sebelum melontarkan praduganya dan menimbulkan fitnah tapi kalo tujuannya untuk memprovokator, itu lain cerita. Berarti itu disengaja dan tidak perduli fitnah itu dosa dan kejam.
Apabila dia kecewa dgn sesuatu, coba telusuri dulu kekurangan diri sendiri dan interopeksi dengan berusaha untuk memperbaiki dirinya. Dan carilah sesuatu yang lain yang tidak membuatnya kecewa di kemudian hari. Sepertinya jalan itu lebih baik daripada hanya mengkoreksi orang lain dan menuntut hal yang tidak significant dan bukan haknya. Gw juga pernah kecewa dengan kehidupan pribadi gw dan banyak hal tapi kekecewaan gw menjadi pemicu untuk hidup lebih baik, tidak membicarakan orang lain dibelakang, menuduh hal-hal yang tidak benar bahkan menciptakan permusuhan. Tapi gw lebih memilih memperbaiki kapasitas diri gw dan bertanya ke diri sendiri, pantaskah gw untuk kecewa dgn hal-hal itu. Karena lebih memalukan ketika kita kecewa dengan semua hal ternyata kita sendiri masih menjadi pribadi yang mengecewakan. Gw memang marah ketika fitnah itu terdengar di kuping gw..sangat marah. Tapi gw cuma bisa memaklumi bahwa dia terkena penyakit kuranng kerjaan, stres dalam kehidupannya sendiri, tidak puas dengan apa yang dia terima, dan pastinya hidupnya selalu mengeluh ga pernah mo nrimo..kesiman banget kan jenis manusia kayak gini ckckckck yah gw maklum kasian kira-kira bakal Madesu-lah hidupnya. Didoakan saja semoga kita semua bisa menjadi yang lebih baik dari sebelumnya..Amiin
Dan untuk orang-orang yang telah difitnahnya, hidup orang-orang tersebut akan jauh lebih baik dan meningkat kesejahteraanya (termasuk Iqe yah..Amiin lagi). Semakin tinggi pohon tumbuh semakin kencang angin bertiup (bener ga yah perumpaannya :p).
Dan semoga dibalik fitnah dan provokotarnya, dia tidak berniat lancang ketika berhasil menghasut orang-orang, hanya dia yg meginginkan kenikmatan diakhir seorang diri..fiuuuhh kalo yang ini memang sakiittt neh orang. Semoga damai di alamnya ajalah..okelah kalo begethooo.
Apabila dia kecewa dgn sesuatu, coba telusuri dulu kekurangan diri sendiri dan interopeksi dengan berusaha untuk memperbaiki dirinya. Dan carilah sesuatu yang lain yang tidak membuatnya kecewa di kemudian hari. Sepertinya jalan itu lebih baik daripada hanya mengkoreksi orang lain dan menuntut hal yang tidak significant dan bukan haknya. Gw juga pernah kecewa dengan kehidupan pribadi gw dan banyak hal tapi kekecewaan gw menjadi pemicu untuk hidup lebih baik, tidak membicarakan orang lain dibelakang, menuduh hal-hal yang tidak benar bahkan menciptakan permusuhan. Tapi gw lebih memilih memperbaiki kapasitas diri gw dan bertanya ke diri sendiri, pantaskah gw untuk kecewa dgn hal-hal itu. Karena lebih memalukan ketika kita kecewa dengan semua hal ternyata kita sendiri masih menjadi pribadi yang mengecewakan. Gw memang marah ketika fitnah itu terdengar di kuping gw..sangat marah. Tapi gw cuma bisa memaklumi bahwa dia terkena penyakit kuranng kerjaan, stres dalam kehidupannya sendiri, tidak puas dengan apa yang dia terima, dan pastinya hidupnya selalu mengeluh ga pernah mo nrimo..kesiman banget kan jenis manusia kayak gini ckckckck yah gw maklum kasian kira-kira bakal Madesu-lah hidupnya. Didoakan saja semoga kita semua bisa menjadi yang lebih baik dari sebelumnya..Amiin


ow ow ow oooowwww
Hehehe..welcome to qei vie, pinky