Its not Easy
Sejak tanggal 3 Jan, suamiku pergi ke Malang. Pekerjaan disana sangat ditunggu-tunggu sejak lama. Aku terkadang heran dengan penantiannya, sampai dia mengorbankan dari kehidupan personal dan finance nya. Entah apa yang sedang dia ingin buktikan atau memang ini pengorbanannya demi meraih cita-citanya.
Emosiku yang sering tidak terkendali mungkin sering membuatnya tambah frustasi. Tapi itulah suamiku, sabaaarnya minta ampun, mo istrinya ngambeg kyk gimana pun, he can chill out my fire
Datz why..i miss him so much, everything on him n_n
Tapi ternyata besok ituh malah hari serah terima peresmian pekerjaannya, yg pasti malah mulai sibuk-sibuknya. Mudah-mudahan besok aku tetep di jemput yah yank
So i have to change my mind that i go to Malang to stay beside him and there is no holiday just be his wife that ready for every situation
Dan memilih diantara berada di sisinya serta meninggalkan segala aktivitasku atau tetap aku disini dengan kesibukanku dan dia disana dengan kesibukannya, ternyata ga mudah.
Meski dia tidak meminta tapi pasti bahagia bisa selalu ada aku di sisinya, dia tidak pernah memaksaku untuk memilih bahkan apabila aku ingin memilih dengan bijak dan berpikir matang tanpa ada penyesalan.
Aku tau yang akan menjadi pilihanku ga cuma untuk sesaat ini, aku harus memikirkan ke depan juga. Meskipun ingin sekali aku berlari kepelukannya dan apapun yang ingin ku raih tetap ada dia di sampingku.
Bahkan tantangan di pekerjaanku rasanya jadi memuakkan saat ini, pikiranku kalut, aku benar-benar ingin berada di sampingnya setiap saat. Aku ingin pulang dari kelelahanku, dan ada dia bersamaku. Aku ingin bercerita tentang kepenatanku di kantor sambil memeluknya, sehingga amarah dan kecewaku mereda.
Aku ga ingin diperbudak oleh pekerjaan, aku ga ingin waktu pribadiku diganggu pekerjaan, so i always fight for my happiness, i never work without soul, if there is no more soul, with no regret i choose for my happy life
Not easy but we will see after i hug my husband ^o^

